Pandeglang – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Pandeglang kembali mempertanyakan keterlambatan pencairan bantuan sosial pemerintah, khususnya program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hingga memasuki pertengahan November 2025, bantuan tersebut belum juga disalurkan, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat penerima.
Salah satu KPM PKH-BPNT di wilayah Pandeglang yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapannya agar pemerintah segera merealisasikan pencairan bantuan tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan PKH dan BPNT ini. Kondisi ekonomi sedang sulit, apalagi di musim hujan ekstrem seperti sekarang, suami kami banyak di rumah karena cuaca tidak menentu, sementara kebutuhan sehari-hari tetap berjalan,” ujarnya dengan nada harap.
Menurutnya, keterlambatan pencairan ini sangat berdampak pada kehidupan masyarakat kecil, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari pekerjaan harian dan sektor informal. Bantuan sosial seperti PKH dan BPNT dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, terutama di tengah naiknya harga bahan pokok di pasar.
Keresahan ini tidak hanya dirasakan oleh warga Pandeglang saja, tetapi juga oleh para KPM di berbagai daerah di Indonesia. Mereka berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan pihak terkait dapat segera mempercepat proses penyaluran bantuan yang sudah dinanti sejak beberapa bulan terakhir.
“Kami mohon kepada pemerintah, terutama kepada Bapak Presiden, agar bantuan ini segera direalisasikan. Kami sangat membutuhkan bantuan ini untuk menyambung hidup keluarga,” tambahnya.
Para KPM di Kabupaten Pandeglang berharap kejelasan dan langkah konkret dari pemerintah dalam waktu dekat. Mereka juga meminta agar distribusi bantuan sosial dapat berjalan tepat waktu di masa mendatang, agar tidak menambah beban ekonomi masyarakat yang saat ini tengah menghadapi berbagai kesulitan.
