Sumedang, selarasonline com. Pemerintah Desa Mulyajaya, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, menegaskan komitmennya dalam merealisasikan Dana Desa (DD) secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan harapan masyarakat. Pelaksanaan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan dilaporkan berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi warga.
Kepala Desa Mulyajaya, Bapak [Nama Kepala Desa, jika ada], menyatakan bahwa setiap alokasi Dana Desa selalu mengacu pada hasil musyawarah desa dan tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) yang transparan.
“Alhamdulillah, semua kegiatan yang bersumber dari Dana Desa, baik itu pembangunan infrastruktur maupun program pemberdayaan, kami pastikan berjalan sesuai rencana dan pengawasan yang ketat. Prinsip kami adalah keterbukaan, agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari dana ini,” ujar Kades Mulyajaya.
Keterbukaan ini diwujudkan dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Tim Pendamping Desa dalam setiap tahapan kegiatan.
“Setiap kegiatan selalu transparan dan diawasi oleh BPD dan tim pendamping desa. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan tidak ada penyimpangan,” tambahnya.
Klarifikasi Isu Tumpang Tindih Bansos: Masalah Data BPS Sudah Tuntas
Dalam kesempatan tersebut, Kades Mulyajaya juga memberikan klarifikasi mengenai isu yang sempat beredar terkait dugaan tumpang tindih Bantuan Sosial (Bansos) di wilayahnya.
“Perlu kami luruskan, sebenarnya tidak ada kejadian tumpang tindih Bansos yang signifikan di lapangan seperti yang diduga. Masalah utamanya adalah sinkronisasi data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memerlukan penyesuaian di tingkat desa,” jelas Kades.
Menurutnya, perbedaan data ini kerap menimbulkan kebingungan di masyarakat. Namun, masalah tersebut kini telah diselesaikan melalui pendekatan yang humanis dan validasi ulang data penerima.
“Kami sudah menyelesaikan masalah data ini dengan cara pendekatan langsung belisukan kepada warga supaya di mengerti oleh warga nya dan melakukan verifikasi ulang. Tujuannya adalah memastikan bahwa Bansos benar-benar diterima oleh warga yang paling berhak dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Saat ini, data penerima sudah lebih akurat dan terintegrasi,” pungkasnya.
Red ki jalak
