Pandeglang – Proyek Pembangunan/Peningkatan Kualitas PSU Permukiman Jalan Lingkungan yang berlokasi di Kp. Waringin RT 02 RW 003, Desa Rawasari, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan masyarakat. Proyek yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman tersebut, sekilas tampak rapi dan tidak bermasalah. Namun setelah dicermati lebih dekat, hasil pekerjaan di lapangan justru memunculkan sejumlah dugaan ketidaksesuaian.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp189.810.000,00, dilaksanakan oleh CV Buana Karya Pratama dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas prasarana lingkungan permukiman warga.
Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi paving block yang tidak tertata dengan baik, terlihat renggang antar paving, bahkan di beberapa titik tampak tidak presisi. Selain itu, kanstin (pembatas jalan) juga terlihat tidak kokoh dan terkesan dipasang seadanya, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan hasil pekerjaan tersebut dalam jangka panjang.
Warga menilai, jika kondisi ini dibiarkan, maka paving block berpotensi cepat bergeser, amblas, atau rusak, terutama saat musim hujan dan aktivitas warga meningkat. Hal ini tentu bertolak belakang dengan tujuan utama proyek yang seharusnya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta pemerintah melalui dinas terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek guna memastikan apakah pekerjaan tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis, perencanaan, dan anggaran yang telah ditetapkan.
Selain itu, kinerja konsultan pengawas juga diminta untuk dievaluasi secara serius. Pasalnya, jika kondisi pekerjaan seperti ini dinyatakan lolos pemeriksaan dan dibiarkan, maka patut dipertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dijalankan secara profesional dan independen.
Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas agar uang rakyat benar-benar digunakan untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, bukan sekadar terlihat bagus di permukaan, namun menyimpan masalah di kemudian hari.
