“HIV/AIDS adalah masalah bersama yang memerlukan pendekatan kolektif. Kita harus memastikan bahwa setiap warga negara yang terinfeksi mendapatkan dukungan, perawatan, dan yang paling penting, diperlakukan tanpa stigma. Stigma dan diskriminasi adalah virus kedua yang paling mematikan dalam konteks HIV,” ujar Bapak Budi Azhar.

Beliau juga mengapresiasi upaya seluruh pihak, khususnya Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi, yang telah bekerja keras dalam program pencegahan dan penjangkauan.

Poin-Poin Utama yang Disampaikan:

  1. Pentingnya Edukasi: Mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan pengetahuan tentang cara penularan dan pencegahan HIV agar tidak terjadi kesalahpahaman.

  2. Akses Kesehatan: Mendukung penuh ketersediaan layanan tes HIV sukarela dan rahasia (VCT) serta pengobatan Antiretroviral (ARV) di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

  3. Keterlibatan Semua Pihak: Menekankan peran aktif ulama, guru, pemuda, dan tokoh adat dalam menyebarkan pesan positif dan inklusif.

Acara peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara DPRD, Pemerintah Kabupaten, dan perwakilan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang bebas dari epidemi HIV dan bebas dari diskriminasi.