Masyarakat Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang menyuarakan keluhan serius terkait kondisi jalan raya nasional yang melintasi wilayah mereka. Jalan utama tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan jumlah lubang diperkirakan hampir mencapai 150 titik, baik lubang dalam maupun sedang, yang tersebar di berbagai ruas jalan.
Kondisi ini dinilai sudah sangat membahayakan pengguna jalan. Beberapa warga menyebutkan bahwa kedalaman lubang di sejumlah titik tergolong ekstrem dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bermuatan.
“Ini bukan lagi rusak ringan, sudah benar-benar parah. Di beberapa meter jalan, lubangnya dalam sekali. Kalau malam atau hujan sangat berbahaya,” ungkap salah satu warga Cisata.
Masyarakat pun mempertanyakan kehadiran dan peran pemerintah daerah melalui instansi terkait dalam merespons kondisi tersebut. Meski status jalan merupakan jalan raya nasional, warga menilai pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab dalam hal koordinasi, pengawasan, serta penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.
Kekecewaan warga semakin bertambah ketika melihat adanya aktivitas alat berat yang justru mengerjakan galian bahu jalan kiri dan kanan, yang diduga untuk keperluan pelebaran jalan. Menurut warga, langkah tersebut dinilai tidak tepat sasaran di tengah kondisi jalan yang berlubang parah.
“Harusnya yang paling urgent itu penambalan jalan berlubang dulu, bukan pelebaran. Ini soal keselamatan. Jangan terbalik prioritasnya,” tegas warga lainnya.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti adanya penaburan aspal di beberapa titik jalan yang kondisinya masih relatif baik. Hal ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga Cisata, mengapa ruas jalan yang jelas-jelas rusak parah di wilayah mereka justru belum mendapatkan penanganan serius.
“Kenapa yang masih mendingan ditangani dulu, sementara di Cisata ini rusaknya nyata dan parah? Kami merasa dianaktirikan,” keluh seorang tokoh masyarakat setempat.
Melalui pemberitaan ini, masyarakat Kecamatan Cisata berharap pemerintah daerah dan pihak terkait, baik di tingkat provinsi maupun pusat, segera turun tangan secara nyata. Warga mendesak agar perbaikan jalan berlubang menjadi prioritas utama demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Masyarakat Cisata menegaskan bahwa mereka tidak menuntut hal yang berlebihan, melainkan penanganan yang adil, tepat sasaran, dan berpihak pada keselamatan publik. Harapan besar disampaikan agar keluhan ini tidak terus diabaikan dan segera direspons dengan tindakan konkret di lapangan.
