Wartawan Detikflash.com Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam, Kasus Resmi Dilaporkan ke Polresta Serang Kota

SERANG | Selarasonline.com – Dugaan tindak kekerasan terhadap insan pers kembali terjadi di Kota Serang. Seorang wartawan media online Detikflash.com, Fri Septa Deputra, diduga menjadi korban pengeroyokan di salah satu tempat hiburan malam kawasan Starquen pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.15 WIB.

 

Merasa menjadi korban tindak pidana, Fri Septa Deputra didampingi kuasa hukumnya, BHY, S.H., M.H., secara resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Serang Kota. Laporan tersebut telah diterima dan kini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

 

BHY menegaskan, segala bentuk tindakan kekerasan, terlebih terhadap seorang wartawan yang menjalankan profesinya, tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.

 

> “Kami mengapresiasi respons cepat Polresta Serang Kota yang telah menerima laporan kami. Kami berharap penyidik segera mengungkap identitas para pelaku, menangkap mereka, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas BHY.

 

 

 

Selain melaporkan dugaan pengeroyokan, BHY juga menyoroti dugaan adanya aktivitas penjualan minuman keras yang diduga tidak sesuai ketentuan di lokasi kejadian. Ia berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum melakukan pengawasan dan penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku.

 

Sementara itu, korban, Fri Septa Deputra, berharap aparat kepolisian dapat bekerja secara profesional sehingga kasus yang menimpanya segera terungkap.

 

> “Saya berharap para pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap saya segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku agar ada kepastian hukum dan rasa keadilan,” ujar Fri.

 

 

 

Hingga berita ini diterbitkan, Satreskrim Polresta Serang Kota masih melakukan penyelidikan. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas maupun jumlah terduga pelaku.

 

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan tindak kekerasan terhadap seorang insan pers. Masyarakat kini menantikan hasil penyelidikan aparat kepolisian guna mengungkap fakta-fakta yang terjadi serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, objektif, dan transparan.

 

 

 

(Nd)

Exit mobile version