BANDUNG BARAT selarasonline com
Di tengah duka yang menyelimuti kawasan Pasir Calung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat akibat bencana longsor baru-baru ini, muncul secercah harapan dari sosok pejuang lingkungan setempat, Abah Amran.
Sebagai tokoh masyarakat yang mendedikasikan hidupnya untuk kelestarian alam, Abah Amran menyatakan dukungan penuh terhadap terobosan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang berencana melakukan renovasi lingkungan melalui penanaman pohon masif di lahan-lahan kritis.
Sinergi Pemerintah dan Rakyat
Program yang diusung Gubernur KDM tersebut dinilai revolusioner karena tidak hanya fokus pada ekologi, tetapi juga ekonomi masyarakat. Dalam program ini, masyarakat akan dilibatkan langsung untuk menanam dan merawat pohon, serta diberikan insentif (gaji) langsung oleh pemerintah provinsi.
“Saya sangat setuju dan mendukung penuh langkah Pak Gubernur. Melibatkan masyarakat dengan sistem digaji adalah solusi cerdas. Rakyat menjaga alam, dan alam akan menjaga rakyat,” ujar Abah Amran dengan nada tulus.
Keprihatinan Atas Musibah Pasir Calung
Raut wajah Abah Amran tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam saat membahas musibah longsor yang menimpa warga di Pasir Calung. Baginya, bencana ini adalah pengingat keras betapa pentingnya menjaga tegakan pohon di lahan miring.
Beliau berharap proses evakuasi korban dan pembersihan material longsor berjalan lancar tanpa hambatan. “Mudah-mudahan semua warga yang terdampak bisa segera diamankan ke tempat yang lebih layak, dan proses evakuasi oleh tim di lapangan membuahkan hasil terbaik,” tambahnya.
Komitmen untuk Jabar Hijau
Abah Amran berharap program penghijauan ini segera terealisasi agar musibah serupa tidak terulang di masa depan. Baginya, mencintai lingkungan bukan sekadar hobi, melainkan bentuk ibadah dan warisan untuk anak cucu.
Dengan adanya kolaborasi antara ketulusan warga seperti Abah Amran walau pun di live tiktok tetap abah amran mengoresiasi dan kebijakan taktis dari Gubernur KDM, diharapkan Jawa Barat kembali menjadi wilayah yang asri, hijau, dan bebas dari ancaman bencana hidrometeorologi.
Red .biro bandung barat
