Kabupaten Sukabumi – selarasonline.com Kejadian yang dinilai mencederai semangat Idul Adha terjadi di lingkungan Kampung Palasari Wates, perbatasan Desa Kalapanunggal dan Desa Palasari Girang, pada Rabu, 27 Mei 2026. Panitia kurban di wilayah tersebut diduga tidak amanah dalam menjalankan tugas pembagian daging kurban.
Menurut keterangan warga, pembagian daging yang seharusnya dilakukan secara merata justru tidak sampai ke sebagian masyarakat. “Faktanya ada masyarakat yang sengaja dilewat,” ujar salah satu warga setempat.
Warga mengungkapkan, persoalan serupa bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun ke belakang, saat pemotongan hewan kurban sapi, warga sudah menitipkan lima kantong kresek untuk lima Kepala Keluarga kepada panitia. Namun, kantong tersebut tidak sampai ke pihak penerima.
Kejadian serupa kembali terulang tahun ini. Warga menilai hal ini menjadi perhatian serius, apalagi jika yang dilewatkan adalah keluarga yang benar-benar tidak mampu.
“Alangkah kasihan sekali kalau yang kena dampaknya justru warga yang tidak mampu. Ini harus jadi pelajaran bagi panitia kurban supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata warga.
Masyarakat berharap aparatur setempat segera memanggil panitia kurban untuk dimintai klarifikasi. Bila perlu, warga meminta agar panitia yang dinilai tidak konsisten tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan berikutnya.
“Panitia seperti itu sangat berpengaruh buruk bagi lingkungan setempat dan bisa mencederai nama baik kampung,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia kurban Kampung Palasari Wates terkait tuduhan tersebut.
*
Berita ini disusun berdasarkan keterangan warga di lapangan. Prinsip berimbang akan dijalankan jika ada klarifikasi dari pihak panitia kurban.
Wartawan
Apih Anom
