Berita  

PROYEK REVITALISASI SMP ISLAM CIHERANG SENILAI RP1,5 MILIAR DISOROT, DIDUGA GUNAKAN BESI BEKAS BERKARAT DAN ABAIKAN K3

Sukabumi –  selarasonlien.com Proyek revitalisasi SMP Islam Ciherang di Desa Cikarae Thoyyibah, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, yang bersumber dari APBN 2026 senilai Rp1.550.719.000, mendapat sorotan publik. Pantauan di lokasi pada Selasa, 18 Mei 2026, menemukan dugaan penggunaan material tidak sesuai spesifikasi dan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Diduga Gunakan Besi Bekas Berkarat

Pantauan langsung di lokasi proyek menemukan tumpukan besi sengkang berkarat yang diduga berasal dari bongkaran bangunan sekolah lama. Besi-besi tersebut terlihat ditumpuk di area kerja dan siap digunakan kembali.

Gambar 1: Tumpukan besi sengkang berkarat ditemukan di area proyek revitalisasi SMP Islam Ciherang._

Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja perakitan besi mengakui sebagian bangunan memang memakai besi bekas. “Dipilih-pilih yang masih agak bagus,” ungkapnya.

Kondisi Lapangan Tidak Tertata, APD Diabaikan

Selain soal material, kondisi lapangan juga dinilai memprihatinkan. Puing-puing material berserakan di sekitar lokasi, bercampur dengan tanah, pasir, dan sisa material bangunan. Beberapa pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sepatu safety, dan rompi.

Gambar 2-5: Kondisi area proyek yang berserakan dan beberapa pekerja tanpa APD lengkap.

Padahal penggunaan APD diwajibkan dalam Peraturan K3 Konstruksi untuk melindungi keselamatan pekerja. Minimnya APD meningkatkan risiko kecelakaan kerja di lokasi yang sedang berlangsung pengecoran dan pemasangan besi.

Pengawasan Diduga Lemah, Pihak Sekolah Belum Bisa Dikonfirmasi

Proyek dengan masa kerja 120 hari kalender sejak 1 Mei 2026 ini diamanahkan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan SMP Islam Ciherang. Muncul dugaan lemahnya pengawasan dari pihak terkait dan konsultan pengawas sehingga material yang tidak memenuhi standar bisa lolos digunakan.

Saat berada di lokasi, kepala sekolah tidak berada di tempat dengan alasan sedang rapat di Sukabumi. Upaya konfirmasi ke bagian Tata Usaha, M. Umarudin, juga belum berhasil mempertemukan tim dengan penanggung jawab pelaksana lapangan.

Warga Minta Audit dan Tindakan Tegas

Warga sekitar khawatir kondisi ini akan menurunkan mutu bangunan sehingga tidak tahan lama dan berpotensi merugikan keuangan negara. Mereka meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, konsultan pengawas, dan aparat berwenang segera melakukan audit investigatif.

“Kalau dibiarkan, ini bisa membahayakan keselamatan siswa ke depan. Kami minta tindakan tegas jika terbukti ada penyimpangan,” kata salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah selaku penanggung jawab kegiatan, panitia pelaksana pembangunan, dan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi belum dapat dimintai keterangan resmi.

Latar Belakang Proyek

Program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat melalui APBN 2026 untuk meningkatkan sarana prasarana pendidikan di daerah. Proyek ini diharapkan selesai sesuai jadwal dan memenuhi standar teknis konstruksi agar aman digunakan siswa.

Catatan Redaksi

Prinsip jurnalistik berimbang sudah diupayakan dengan mencoba menghubungi pihak sekolah dan TU. Berita akan diperbarui jika ada klarifikasi dari pihak terkait.

 

Wartawan #apih anom

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version