Dampak Lingkungan dan Ancaman Abrasi
Sejumlah warga menyatakan kekhawatiran mereka terhadap dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh pengerukan pasir di wilayah tersebut. Kerusakan lingkungan, terutama ancaman abrasi, menjadi ketakutan utama yang membayangi pemukiman di sekitar lokasi tambang.
Tambang ini harus segera ditutup karena melanggar aturan. Kalau terus dibiarkan, daerah kita bisa terkena abrasi. Lingkungan rusak, yang rugi kita juga,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dilema Ekonomi vs Aturan
Meski diakui bahwa keberadaan tambang memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian kecil warga, mayoritas masyarakat menilai keuntungan ekonomi tersebut tidak sebanding dengan risiko bencana yang mengintai.
“Memang masyarakat butuh penghasilan, tapi kalau caranya merugikan orang banyak dan merusak alam, itu tetap tidak baik. Jangan sampai kepentingan perut sesaat mengorbankan keselamatan warga desa,” tegas warga lainnya saat diwawancarai di lokasi.
Dugaan Adanya “Beking” di Balik Operasional Tambang
Kelancaran operasional tambang meski tanpa dokumen perizinan yang jelas memunculkan spekulasi miring di tengah masyarakat. Ada dugaan kuat bahwa aktivitas ilegal ini berjalan mulus karena adanya perlindungan dari pihak-pihak tertentu.
Warga merasa aneh karena meskipun aktivitas tersebut dilakukan secara terbuka, belum ada tindakan tegas dari pihak terkait. Hal inilah yang mendasari dugaan bahwa pemerintah daerah dan aparat seolah “tutup mata” terhadap pelanggaran yang terjadi di depan mata.
Desakan kepada Pemerintah dan Kepolisian
Melalui laporan ini, masyarakat Kampung Burunuk mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan. Harapan besar ditujukan kepada:
Dinas Perizinan Kabupaten Lebak untuk mengecek legalitas operasional.
Satpol PP Kabupaten Lebak selaku penegak Peraturan Daerah (Perda).
Polres Lebak dan Polda Banten untuk segera menertibkan serta menutup tambang ilegal tersebut.
Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa tebang pilih guna menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan warga di Kecamatan Malingping.
Red biro lebak
