banner 728x250

Perjalanan Sunyi 8 Tahun AA Fajri dan Wa Suhe Membuka Tirai Situs Kuta Tanggeuhan, Kini Jadi Aset Jabar

banner 120x600
banner 468x60

Cianjur, Selarasonline.com – Situs Kuta Tanggeuhan di Cipanas, Cianjur, kini mulai ramai diperbincangkan dan dikunjungi oleh pejabat hingga perwakilan pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, di balik pengakuan ini, tersimpan kisah perjuangan sunyi selama delapan tahun yang dijalani oleh budayawan lokal, AA Fajri Maulana Ripai, bersama rekannya, Wa Suhe.

​Situs Kuta Tanggeuhan yang ditemukan sekitar tahun 2017 dan terletak di lereng barat Gunung Gede ini, kini telah menjadi tujuan wisata minat khusus yang penting, sekaligus simbol pertahanan spiritual budaya Sunda.
​Semangat AA FAJRI MAULANA RIPAI dan UWA SUHE di Tengah Cemoohan masyarakat yang sepertinya tidak percaya kepada karuhun sunda

banner 325x300

AA FAJRI MAULANA RIPAI menyampaikan ​Kepada awak media Selarasonline.com di lokasi situs pada hari Minggu, 12 Oktober 2025, AA Fajri Maulana Ripai menyampaikan perasaannya. Ia mengenang masa-masa awal penemuan situs yang penuh tantangan.
​”Delapan tahun lalu, perjuangan kami tidak mudah. Sebelum situs ini terbuka dan mendapat perhatian, kami sering diledek dan dianggap sebelah mata oleh sebagian orang,” ungkap AA Fajri.

​Ia menegaskan, aktivitas yang mereka lakukan di lokasi tersebut, yang kini diketahui sebagai peninggalan budaya dan sejarah leluhur, bukanlah sekadar pekerjaan biasa, melainkan sebuah amanah. “Kami berdua (AA Fajri dan Wa Suhe) hanya melaksanakan amanah dari Karuhun tatar sunda kami berdua ‘membabad alas’ dan merawat peninggalan ini,” tambahnya penuh haru.
​Dari Cemoohan Menuju Pengakuan Pemerintah
​Perjuangan yang berlandaskan keyakinan spiritual dan budaya tersebut kini membuahkan hasil. Setelah bertahun-tahun melakukan pembersihan, pemetaan awal, dan mengenalkan nilai-nilai luhur situs kepada publik,

Dan akhirnya dari naskah tulisan tangan yang belum di bukukan dan darai dongeng cerita rakyat akhirnya di beri nama Situs Kuta Tanggeuhan
kini mendapat perhatian serius.dari pemerintah jabar tingkat satu dan tingkat dua .
​”Alhamdulillah, sekarang situs ini sudah bisa dinikmati dan dikunjungi oleh para pejabat Jawa Barat, seperti perwakilan darai gubernur jabar kdm . Sekretariat Daerah (Setda) Jabar dan juga pemerintah daerah. Ini adalah bukti bahwa apa yang kami perjuangkan adalah benar,” kata AA Fajri.

​Dengan semakin banyaknya pengunjung, baik dari kalangan peziarah, peneliti, maupun pemerintah, AA Fajri berharap perhatian dan dukungan terus mengalir untuk pelestarian situs ini.
​Warisan Budaya, Aset Negara
​Menutup . AA Fajri Maulana Ripai menekankan kepada seluruh masyarakat pentingnya menjaga kelestarian Situs Kuta Tanggeuhan sebagai warisan tak ternilai.
​”Pesan kami, mari kita jaga bersama-sama Situs Kuta Tanggeuhan ini. Apa yang kami temukan adalah peninggalan karuhun dan sebuah aset negara dan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang harus dilindungi dan dipelihara agar generasi mendatang dapat terus mengenal jati diri dan sejarah luhurnya,” pungkasnya.

​Situs Kuta Tanggeuhan, yang dipercaya sebagai peninggalan peradaban masa lalu bahkan ada yang mengaitkannya dengan cikal bakal Kerajaan Pajajaran, kini resmi menjadi salah satu tumpuan penting dalam pemahaman sejarah dan budaya masyarakat Sunda.

Red abimayu

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *