LEBAK, BANTEN SELARASONLINE com
Pemanfaatan Daerah Irigasi (DI) Cikamuning 2 Cikamuning satu yang berlokasi di wilayah Cilograng, Kabupaten Lebak, menuai kritik tajam dari para petani dan mantan pengurus irigasi setempat. Proyek yang seharusnya menjadi solusi pengairan sawah, kini justru dianggap menjadi pemicu kerugian bagi masyarakat tani.
Pemanfaatan Dinilai Terbalik
Kritik keras salah satunya keritikan datang dari mantan pengurus irigasi sekaligus mandor ketua kelompok tani setempat. Menurutnya, fungsi irigasi saat ini terkesan “terbalik” dari tujuan awalnya. Bukannya memberikan manfaat produktif, keberadaan infrastruktur tersebut justru merusak lahan pertanian milik warga.
“Irigasi ini fungsinya sudah melenceng. Harusnya petani terbantu, tapi kenyataannya malah merugikan. Pemanfaatannya tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” banyaknya komplain dari masyarakat petani selalu mengeluhkan” ujar Mandor
Ketua Kelompok Tani tersebut kepada awak media. selarasonline com si kediaman nya
Kondisi “Acak-acakan” Saat Musim Hujan
Permasalahan utama muncul ketika intensitas hujan tinggi. Aliran air dari saluran irigasi dilaporkan tidak mengalir sesuai jalurnya dan meluap ke area persawahan tanpa kendali.
Aliran Air Tak Terarah:
karena tidak terawat dan tidak produktif
Kerusakan Lahan: Luapan air yang tidak teratur mengakibatkan rusaknya struktur sawah dan ladang daratan
Kerugian Finansial: Para petani mengaku mengalami kerugian materil karena biaya tanam yang terbuang sia-sia akibat genangan air yang merusak tanaman.
Tuntutan Para Petani
Para petani dan pengurus kelompok tani mendesak pihak terkait, baik Pemerintah Kabupaten Lebak maupun dinas terkait di Provinsi Banten, untuk segera turun tangan mengecek kondisi fisik bangunan irigasi tersebut.
Masyarakat meminta adanya evaluasi teknis darai bale besar propinsi Banten atau perbaikan konstruksi agar air dapat mengalir dengan benar ke lahan yang membutuhkan, bukan justru menjadi sumber bencana bagi petani di musim penghujan. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu respon resmi dari instansi terkait mengenai polemik pemanfaatan DI Cikamuning satu dan Cikamuning 2 menurutnyatidak bermanfaat
Red Abah Anom /ikiw

















