SUKABUMI – Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi resmi membuka program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Cipetey, Kecamatan Kabandungan. Sebanyak 46 mahasiswa diterjunkan untuk melaksanakan program penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui inisiatif green economy berupa pendirian reffil (pom) minyak. Program inovatif ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Cipetey.
Acara pembukaan yang berlangsung di Desa Cipeutey pada Rabu, 7 Mei 2025 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bapak Budi selaku Sekretaris Camat Kabandungan, Bapak Purnama selaku Kepala Desa Cipeutey, perwakilan dari Pertamina, serta Wakil Rektor Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi Bapak Dr.H.Asep Deni M.M beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi menyampaikan harapannya agar program KKN-T ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Cipeutey. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi inovatif untuk permasalahan lingkungan dan ekonomi.
“Kami sangat antusias dengan program KKN-T kali ini yang mengusung tema green economy. Inisiatif reffil minyak ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang menjadi permasalahan serius, tetapi juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi BUMDes dan masyarakat Desa Cipeutey,” ujar Wakil Rektor.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Budi selaku Sekretaris Camat Kabandungan menyambut baik program KKN-T ini dan выразил dukungan penuh dari pihak kecamatan. Beliau berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan semangat baru dan ide-ide segar bagi pengembangan desa.
“Program penguatan BUMDes melalui green economy ini sangat relevan dengan visi pembangunan di Kabupaten Sukabumi. Kami mengapresiasi inisiatif Universitas Linggarbuana PGRI Sukabumi dan berharap program ini dapat berjalan sukses serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cipeutey,” kata Bapak Budi.
Bapak Purnama, Kepala Desa Cipeutey, juga menyampaikan kegembiraannya atas dipilihnya Desa Cipeutey sebagai lokasi KKN-T. Beliau berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu mewujudkan program-program desa, khususnya dalam penguatan BUMDes dan pengelolaan lingkungan.
Program KKN-T ini akan berlangsung selama 4 bulan dan akan fokus pada pendampingan BUMDes dalam pengadaan dan pengelolaan fasilitas reffil minyak, sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengurangan sampah plastik dan manfaat ekonomi dari program ini, serta pengembangan strategi pemasaran untuk BUMDes.
Diharapkan, program KKN-T ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek bagi Desa Cipeutey, tetapi juga dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengimplementasikan program green economy untuk penguatan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.
Wartawan : AriDora

















