banner 728x250

Merah Putih Identity: Refleksi Pemikiran dan Perjuangan untuk Menghidupkan Spirit Kebangsaan

banner 120x600
banner 468x60

Pandeglang — Gagasan Merah Putih Identity resmi diperkenalkan oleh Advokat Dede Kurniawan sebagai refleksi pemikiran, pengalaman perjuangan, serta dorongan berbagai pihak, khususnya dari kalangan akademisi, advokat, organisasi kemasyarakatan, dan semangat pemerintahan Presiden H. Prabowo Subianto.

Merah Putih Identity hadir sebagai ikhtiar membangun kembali spirit patriotisme generasi bangsa melalui peran sentral civil society dalam perjuangan nasional. Gagasan ini dituangkan melalui platform Merahputihidentity.web.id dan difokuskan pada upaya penguatan etos kebangsaan, nilai perjuangan, serta pelaksanaannya melalui organisasi profesi dan kemasyarakatan.

banner 325x300

Perjalanan Pengabdian

Selama 9 tahun mengabdi di bidang bantuan hukum di Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang, Advokat Dede Kurniawan konsisten mendampingi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan bantuan hukum secara cuma-cuma. Selain aktivitas profesinya, ia aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya:

– Sekretaris DPW PERADIN Banten (2025–2029)
– Ketua Bantuan Hukum GERADIN Pandeglang (2023–2027)
– Ketua PC ISNU Kabupaten Pandeglang (2025–2029), setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris PC ISNU (2018–2022)
– Pengajar di STAI Babunnajah dan STAI Syekh Mansyur Pandeglang

Pengalaman mengajar ia mulai sejak tahun 2011 pada jenjang madrasah dan SMK hingga kemudian menjadi Dosen P3K pada Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tahun 2019. Meski demikian, ia memilih kembali fokus mengabdi di tengah masyarakat karena panggilan moral untuk hadir langsung merasakan kondisi warga.

Fondasi Pemikiran Merah Putih Identity

Gagasan ini tumbuh dari refleksi perjalanan intelektual, termasuk inspirasi dari tulisan Advokat Halim Jeverson Rambe berjudul “Degradasi Budaya Hukum di Nusantara: Renungan Filosofis tentang Kegagalan Moralitas dan Krisis Keadilan.” Tulisan tersebut menegaskan bahwa generasi mendatang harus dihidupi oleh moralitas hukum yang tidak hanya berpijak pada teks konstitusi, tetapi juga etos kebangsaan yang luhur.

Menurut Dede Kurniawan, tema KONGRES-X PERADIN “Membangun Moral Bangsa yang Beradab dengan Revolusi Akhlak Menuju Supremasi Hukum” sangat relevan untuk menjawab kemunduran budaya hukum saat ini. Karena itu, pendidikan budaya hukum perlu dihadirkan secara sistematis di sekolah

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *