banner 728x250

Uang Dana Desa Sukamukti Tahun 2025 Dugaan Raib dan ada Beberapa Poin Mangkrak

banner 120x600
banner 468x60

kab Tasik- selarasonline .com

Polemik desa Sukamukti kecamatan Cisayong menjadi sorotan warga masyarakat, yang dimana pejabat kepala desa Sukamukti dugaan tidak amanah dan transfaran.
Ada beberapa permasalahan yang mencuat berujung pemasangan plafon bertulisan curahan hati masyarakat sengaja terpangpang depan pintu masuk desa Sukamukti. Senin 31/03/2026.

banner 325x300

Ada beberapa poin dana Desa tahun 2025 dipertanyakan dan dugaan tidak direalisasikan oleh kepala Desa Sukamukti dari mulai:
1. program sosialisasi Narkoba
2.Dana BLT yang belum disalurkan dari mulai bulan Oktober, November, Desember senilai Rp 300 Ribu per KPM berjumlah 8 KPM
3.Tunjangan para Kader Posyandu berjumlah 25 sebesar 100 ribu dari mulai bulan Juli sampai Desember.
4.Tunjangan honor perangkat desa dari mulai RT,RW,Kapunduhan hingga perangkat desa Sukamukti
5.anggaran dana sosialisasi Stunting
6.anggaran Ketahanan pangan yang dikelola Bumdes Rp 200 Juta dugaan hanya 120 Juta yang dialokasikan.
7. Dana JUT diduga Mangkrak.

Meruntut sumber tersebut awak Media bersilahturahmi dan diterima oleh Kasi Kesra desa Sukamukti, Mumammad Turmudi mengatakan,”Kesejahtraan para Kader Posyandu, gaji perangkat desa, dana BLT untuk 8 KPM itu benar, sisanya bapa mencoba konfirmasi ke Sekdes ataupun kepala desa.”Tegasnya.

Jika anggaran Bumdes keseluruhan tidak tahu, tapi kalau program ketahan Pangan itu direalisasikan ke bibit Pala dan Cabai, namun kalau Cabai kemarin terkena penyakit akhirnya gagal panen, disinggung tanah dan uang biaya Cabai gagal panen itu akan kembali atau hangus, Ia menjawab kalau gagal panen pasti HANGUS uang tersebut, dan tanah tersebut sistem sewa ke warga.”Ujarnya.

Ditempat yang sama jeda beberapa saat kemudian awak Media bertemu dengan ketua BPD desa Sukamukti, Rudi menyatakan,” Memang desa Sukamukti sedang tidak baik baik saat ini, ada beberapa tuntutan masyarakat yang menuntut beberapa hak ketranfaranan informasi tentang penomenal didesa Sukamukti.

Kami sudah mencoba beberapa kali berkomunikasi secara lisan ,namun tidak diabaikan hingga akhirnya memberikan Surat Peringatan pertama secara tertulis, akhirnya direspon oleh kades Sukamukti,”Ungkapnya.

Disinggung awak Media tentang kades jarang masuk Kantor, Ia menyampaikan, kalau acara penting Ia hadir, namun kalau hari biasa biasa tidak tahu, dan terkait beberapa poin kesejahtraan saat ini dituntut, itu benar dan saat ini pihak Kades akan secepatnya dibereskan, Malahan agregat untuk JUT sudah datang kemarin,”Jelasnya.

Mengenai langkah hari esok, warga akan melakukan demo kelanjutan diaula desa Sukamukti, Jajaran BPD sedang menunggu surat resmi dari mereka, hingga saat ini belum ada surat pemberitahuan aksi besok.”Ujarnya.

Rudi berharap,”Ini menjadi evaluasi pembelajaran untuk kepala desa Sukamukti lebih baik lebih profesional dalam menjalankan tugas secara amanah, tranfaran dan akuntabel, karena warga desa Sukamukti butuh kemajuan dari segala bidang.”Pungkasnya.

Ditempat terpisah, Salahsatu tokoh masyarakat namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan,”
Suara Kami murni dari suara warga desa Sukamukti, dan tidak ditunggangi oleh unsur lembaga apapun, adapun permasalahan saat ini terjadi hanya butuh ketranfaran anggaran dana desa Sukamukti yang tanpak jelas secara kasad mata, baik tunjangan kesejahtraan perangkat desa, kader hingga pembangunan fisik yang mangkrak,”Ungkapnya.

kades Sukamukti dihadapan masyarakat menerangkan anggaran dana Desa tahun 2025 sekian, namun fakta Kami pertanyakan kemanakan uang masyarakat tersebut, hingga terjadinya beberapa poin menjadi permasalahan..? Kan ini menjadi hal aneh, Kita tahu uang dana desa ada di rekening desa?

Sesuai Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Peraturan ini mengatur tugas, fungsi, hak Badan Permusyawaratan Desa(BPD), yang dimana disitu ada aspirasi legislasi dan pengawasan kenapa bisa kecolongan berbulan bulan hingga pergantian tahun,?

Lebih lanjut, semua masyarakat pasti tidak akan tahu masalah ini, sedangkan nasi sudah menjadi bubur, masyarakat yang di perlu kan saat tranfarasi, Kami tidak akan tahu uang tersebut dipakai untuk apa dan oleh siapa..?

Kami meminta esok butuh evaluasi data dan ketranfaran secara detail, terkait hasil musyawarah yang saat ini sedang dilakukan oleh jajaran Muspika kecamatan Cisayong.”Pungkasnya.

Red biro tasik

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *