Cianjur selarasonline com
Lahirkan Semangat Baru Pelestarian Budaya: dan paguyuban paku jajar ngadaun ngora , Sebuah entitas baru dengan filosofi yang mendalam, Paku Jajar Ngadaun Ngora, telah resmi didirikan oleh AA Fajri Maulana Ripai, yang dikenal sebagai pewaris spiritual dari kawasan bersejarah Kuta Tanggehan Pajajaran Tengah. Organisasi ini dideklarasikan sebagai “pasukan arus bawah kuta tanggeuhan” yang bertekad kuat untuk membangkitkan dan menjaga aset serta warisan leluhur Sunda.
PAku jajar ngadaun ngora ini segera menarik perhatian luas masyarakat, yang berbondong-bondong menyatakan minat mereka untuk menjadi bagian dari gerakan kebangkitan Sunda ini. Antusiasme yang tinggi dari masyarakat mencerminkan kerinduan kolektif untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian nilai-nilai luhur dan situs-situs bersejarah yang diwariskan oleh para leluhur.
Filosofi “Ngadaun Ngora” dan Peran Kuta Tanggehan
Nama Paku Jajar Ngadaun Ngora sendiri mengandung makna filosofis yang sangat kuat. Kata “Ngadaun Ngora” melambangkan semangat pembaharuan, harapan, dan kesegaran yang terus menerus,
sejalan dengan prinsip daun yang selalu bertunas muda. Ini mengisyaratkan bahwa pelestarian warisan leluhur harus dilakukan dengan semangat baru, dinamis, dan tidak terperangkap dalam masa lalu semata.
Pendiri organisasi, AA Fajri Maulana Ripai, selama ini dikenal atas perannya dalam mengungkap dan memelihara Situs Kuta Tanggehan di wilayah Cianjur, yang diyakini sebagai salah satu titik penting dalam peta spiritual dan budaya Kerajaan Sunda kuno, bahkan disebut-sebut sebagai ‘benteng spiritual’. Melalui Paku Jajar Ngadaun Ngora, AA Fajri bertujuan untuk membentuk barisan masyarakat yang sadar budaya dan siap siaga menjaga “kuta tanggeuhan” (benteng pegangan/tumpuan) warisan leluhur ini.
Dukungan Penuh dari ketua umum. ABIMANYU
Deklarasi ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari komunitas budaya lainnya. ABIMANYU secara khusus menyampaikan pesan kepada seluruh anggota, pinisepuh, dan sesepuh yang tergabung dalam grup Paku Jajar Ngadaun Ngora.
Dalam pesannya, ketua umum ABIMANYU menegaskan kembali pentingnya berpegang teguh pada visi yang telah disampaikan oleh pendiri, AA Fajri Maulana Ripai, yakni upaya nyata dalam menjaga dan membangkitkan martabat budaya Sunda. Dukungan ini memperkuat posisi Paku Jajar Ngadaun Ngora sebagai gerakan yang inklusif dan mendapatkan restu dari berbagai pihak yang peduli terhadap kelestarian budaya Sunda.
Dengan berdirinya Paku Jajar Ngadaun Ngora, diharapkan kesadaran masyarakat untuk melindungi warisan budaya dan sejarah, khususnya yang terkait dengan Pajajaran dan Kuta Tanggehan, akan semakin meningkat, memastikan aset leluhur ini tetap lestari dan menjadi pegangan hidup bagi generasi mendatang.
Red biro bandung

















