banner 728x250

Hujan Deras di Nyalindung Sukabumi: Jalan Provinsi Tertimbun Longsor, Jembatan Penghubung Desa Putus

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMI – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak pukul 13.00 WIB memicu bencana alam di Kecamatan Nyalindung, Minggu (28/12/2025). Peristiwa ini mengakibatkan akses jalan provinsi lumpuh total akibat longsor dan sebuah jembatan penghubung desa terputus.

Longsor tebing terjadi di Kampung Liunggunung RT 02 RW 04, Desa Kertaangsana. Material tanah setebal 0,5 meter dengan panjang sekitar 50 meter menutup seluruh badan jalan provinsi.

banner 325x300

Camat Nyalindung, Antono, mengonfirmasi bahwa jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Tingginya lumpur longsoran membuat mobilitas warga terhenti total.

“Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antarwilayah. Tertutupnya akses akibat longsor sangat mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk distribusi logistik dan aktivitas ekonomi warga,” ujar Antono di lokasi kejadian.

Pemerintah desa bersama warga setempat telah berupaya melakukan pembersihan material secara manual. Namun, volume tanah yang tebal dan luas memerlukan penanganan lebih lanjut. Antono menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan Dinas Bina Marga untuk mendatangkan alat berat.

“Penanganan manual belum cukup. Kami masih menunggu kedatangan alat berat (ekskavator) dari wilayah Parakansalak untuk mempercepat pembukaan jalur agar kembali normal,” tambahnya.

Jembatan Cidage Putus

Selain longsor, derasnya aliran air hujan juga menyebabkan Jembatan Cidage di Kampung Cirentet, Desa Sukamaju, terputus. Putusnya jembatan ini melumpuhkan akses transportasi antara Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja.

“Itu jembatan Cidage penghubung kedua desa. Sekarang akses warga lumpuh total,” ungkap Bambang, warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berjibaku di lokasi kejadian untuk memulihkan akses. Pihak kecamatan mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga di bantaran sungai serta lereng tebing, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dan bencana susulan masih tinggi.

Editor : Ari dora

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *