
Kabandungan, 07 Desember 2025 Indonesia Folu Net Sink 2030 bekerjasama dengan Pemerintah Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan dan memperkuat potensi pembangunan desa dengan Tema Rencana Kelola Terpadu Berbasis Tata Kelola Kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Desa Kabandungan dan dihadiri oleh seluruh elemen kunci masyarakat dan pemerintahan setempat.-
Bapak Bedi, Kepala Desa Kabandungan, yang menyambut baik inisiatif dari IPB.
-
Bapak H. Into, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kabandungan, yang memberikan pandangan dari sektor pertanian.

-
Bapak Ari Maulana Yusuf,Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kabandungan.
-
Seluruh elemen masyarakat, termasuk petani, perwakilan dari organisasi keagamaan seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Karang Taruna Desa Kabandungqn
-
Para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta seluruh Kepala Dusun (Kadus) dan Ketua RT se-Desa Kabandungan.
Kepala Desa Kabandungan, Bapak Bedi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak. “FGD ini adalah wadah penting bagi kita untuk menyuarakan aspirasi dan ide-ide terbaik. Pembangunan desa harus didasarkan pada potensi riil yang kita miliki, dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani hingga tokoh agama, adalah kuncinya,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
-
Mengidentifikasi potensi unggulan desa, terutama di sektor pertanian dan ekonomi lokal.
-
Menganalisis tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan program pembangunan desa saat ini.
-
Merumuskan rekomendasi program aksi yang akan menjadi bahan masukan bagi IPB dan pemerintah desa dalam merancang kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya.
Perwakilan dari IPB menyatakan bahwa hasil FGD ini akan menjadi dasar ilmiah untuk menyusun program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kabandungan.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari seluruh peserta. Ini menunjukkan komitmen kuat dari Desa Kabandungan untuk maju,” ujar perwakilan IPB. “Kolaborasi dengan BPP, BUMDes, dan organisasi kemasyarakatan lainnya akan memastikan program yang kami rancang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan relevan dengan kebutuhan lapangan.”
FGD ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus bekerjasama dalam mewujudkan Desa Kabandungan yang maju, mandiri, dan sejahtera.
















