Sukabumi,1 februari 2026 Lapang Walagri Parakansalak kec.parakansalak suguh luar biasa antusias masyarakat yang ingin berolahraga di Minggu pagi yang cerah dengan udara segar pegunungan.Lapang Walagri yang menjadi sarana olah raga dari berbagai usia hadir memadati lapang tersebut,joging,berlari,bahkan yang berselfi Poto untuk mengabadikan suasana tersebut itulah berbagai kegiatan yang terjadi saat itu.
Di balik suana indah penuh dengan semangat berolahraga miris dengan semrautnya pengelolaan lapang tersebut,dari parkir kendaraan roda dua dan empat sampai pedagang yang parkir kendaraan nya di dalam area lapang,dengan are parkir yang ada yang seharusnya jadi Taman menjadi Taman kendaraan,area jalan masuk bagi pejalan kaki terhalang kendaraan yang memadati,serta makin rusaknya area untuk Taman.
Sempat kami berbincang dengan petugas parkir kendaraan,kenapa kendaraan sampai menghalangi jalan dan menempati area Taman jawabnya karena lahan untuk kendaraan tidak cukup.
Sempat kami bertanya juga tentang parkir motor yang di pinta Rp 2000;/kendaraan kenapa tidak ada tiket/karcis kendaraan “belum di buat lagi oleh pak Engkus lagi karcisnya”tuturnya.
Semakin lama akan semakin bertambah semaraut ketika pengelolaan ini asal di laksanakan yang hanya mengutip uang dari pedagang dan parkir kendaraan,tanggung jawab kepengurusan sampai sejauh mana pengelolaan seperti ini”ungkap E seorang pengunjung.
Sempat kami menghubungi Kabidbudpora kab.sukabumi terkait kemelut yang terjadi di lapang walagri,dari infrastruktur yang di pertanyakan banyak yang Retak,sampai pengelolaan ada nya kutipan uang dari para pedagang dan parkiran kendaraan yang memakai lahan untuk Taman.
Sampai saat ini kami belum melihat adanya perubahan.Seperti ada pembiaran.l

















