banner 728x250

Maharaja 48 dan ‘Para Raja’ Salurkan Bantuan hingga Beasiswa Kuliah untuk Korban Bencana Simpenan

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMI – Aksi kemanusiaan nyata ditunjukkan oleh grup band rock Indonesia, Maharaja 48, bersama komunitas penggemarnya, Para Raja. Mereka turun langsung ke lokasi pengungsian di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, untuk membantu warga yang terdampak bencana di enam desa, termasuk Desa Cidadap, pada Sabtu (20/12/2025).

​Ketua Umum Para Raja sekaligus vokalis Maharaja 48, Amar Ma’ruf, menyatakan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk meringankan beban warga yang sedang mengalami masa sulit.

banner 325x300

​Penyaluran Logistik dan Pembangunan Infrastruktur
​Dalam kunjungannya, rombongan membawa sekitar 500 paket bantuan sosial untuk didistribusikan kepada para pengungsi. Namun, kepedulian mereka tidak berhenti pada bantuan logistik saja.Amar menegaskan komitmen Para Raja untuk membangun kembali fasilitas ibadah yang hancur.

​”Kami juga berkomitmen untuk membangun kembali masjid yang rusak parah dan sudah tidak bisa digunakan akibat bencana ini. Pembangunan akan kami lakukan secepat mungkin,” ujar Amar Ma’ruf.

​Beasiswa Kuliah Hingga Lulus
​Satu hal yang menjadi sorotan dalam aksi ini adalah perhatian besar terhadap sektor pendidikan. Sebagai Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Politik (STIHP) Pelopor Bangsa Depok, Amar Ma’ruf memberikan tawaran emas bagi anak-anak di enam desa terdampak.

​Beliau menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan beasiswa penuh (kuliah gratis) hingga lulus bagi pemuda-pemudi korban bencana yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

​”Kami tidak ingin bencana ini memutus rantai pendidikan. Insyaallah, atas nama Para Raja, kami siap memfasilitasi kuliah gratis sampai selesai,” tegasnya.

​Solusi Jangka Panjang dan Relokasi
​Mengingat posisi permukiman warga yang berada di zona rawan bencana, Amar Ma’ruf yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Tenaga Utama Bappisus, menyatakan kesiapannya untuk membantu menjembatani komunikasi dengan Pemerintah Daerah terkait rencana relokasi.

​”Ini bukan gerakan sesaat. Kami akan terus mendampingi warga sampai tuntas, termasuk membantu proses komunikasi mengenai relokasi permukiman yang dinilai berbahaya,” tandasnya.
​Aksi ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi warga Kecamatan Simpenan untuk bangkit kembali pascabencana.

Reporter : Fauzan Latif Adam

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *