PANDEGLANG – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, mulai mendapat sorotan.
Sejumlah menu yang disajikan dinilai kurang menggugah selera, sehingga banyak siswa yang enggan menyantapnya di sekolah dan memilih membawanya pulang.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (17/12/2025) di wilayah Kecamatan Saketi, paket makanan MBG di yang dibagikan Ke Para Siswa tersebut berisi:
* Nasi putih
* Bihun goreng polos
* Sayur tauge (kecambah)
* Satu potong tahu goreng
* Dua buah jeruk kecil sebagai pelengkap.
Minim Protein dan Kurang Variasi
Kondisi menu tersebut memicu reaksi dari orang tua siswa dan pemerhati sosial. Tampilan makanan yang didominasi oleh karbohidrat (nasi dan bihun) tanpa adanya protein hewani yang mencukupi dianggap kurang memenuhi standar “Bergizi” yang diharapkan dari program nasional ini.
“Makanannya terlihat tidak menggairahkan. Anak-anak jadi malas makan di sekolah, akhirnya dibawa pulang saja. Seharusnya menunya lebih variatif dan menarik agar anak-anak semangat makannya,” ujar salah satu narasumber di lapangan.
Dokumentasi foto yang beredar menunjukkan keterangan waktu pukul 09:36 WIB dengan lokasi spesifik di Saketi. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan SPPG agar lebih memperhatikan kualitas rasa serta estetika penyajian makanan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di Kecamatan Saketi belum memberikan keterangan resmi mengenai standar menu yang diterapkan dalam program MBG di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap agar ke depannya ada evaluasi berkala agar anggaran besar yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak gizi yang optimal bagi para siswa.

















