SERANG — Pembangunan Dapur Santri Nusantara (DSN) resmi dimulai di Pondok Pesantren Roudhotus Sibyan Al-Amin, Kampung Pancuran RT 001/006, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis (8/1/2026). Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh unsur Muspika Kecamatan Taktakan bersama pimpinan pondok pesantren.
Pimpinan Ponpes Roudhotus Sibyan Al-Amin, Aminuddin Nasroh, menyampaikan bahwa kehadiran DSN di lingkungan pesantren diharapkan dapat memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi santri tetapi juga masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan DSN ini bisa memberikan manfaat, terutama bagi santri, ibu hamil, dan balita, serta mampu mengangkat perekonomian masyarakat di wilayah Pancur,” ujarnya.
Camat Taktakan, Mamat Rahmat, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pembangunan DSN merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
“Alhamdulillah hari ini saya diundang untuk peletakan batu pertama pembangunan dapur MBG di Pondok Pesantren Roudhotus Sibyan Al-Amin. Ini merupakan dapur gizi ke-9 di Kota Serang dan yang pertama di Kecamatan Taktakan,” kata Mamat.
Ia menjelaskan, dapur tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan dan nantinya mampu melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat, yang meliputi santri, ibu hamil, balita, serta kelompok masyarakat sesuai regulasi pemerintah.
“Yang paling penting, berdirinya dapur ini juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal, khususnya UMKM, sebagaimana harapan Presiden agar Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Pancur, Mahdi, menyambut baik pembangunan DSN di wilayahnya. Ia berharap keberadaan dapur santri tersebut dapat berkontribusi dalam menekan angka gizi buruk dan stunting.
“Kami sangat berharap dengan adanya DSN ini, ke depan tidak ada lagi gizi buruk, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Pancur,” ujarnya.
Menurut Mahdi, jumlah penerima manfaat DSN diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang, dengan prioritas utama santri pesantren, serta masyarakat sekitar termasuk ibu hamil dan balita.
Koordinator Dapur Santri Nusantara Provinsi Banten, Iip Arifianto, mengatakan bahwa pembangunan DSN di Ponpes Roudhotus Sibyan Al-Amin merupakan bagian dari pengembangan dapur santri di Provinsi Banten.
“Dapur santri ini tergolong baru di Banten. Harapannya bisa dibangun secara serempak dan berjalan lancar, karena ini bagian dari program Presiden Prabowo yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 50 titik DSN yang direncanakan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Salah satu pimpinan pesantren penerima DSN, H. Zamaksyari Riadussibyan, turut mendoakan agar pembangunan dapur santri ini berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Semoga ini bermanfaat bagi anak-anak, cucu-cucu kita, dan masyarakat luas,” tuturnya.
Pembangunan DSN tersebut memanfaatkan lahan milik pesantren dan diperkirakan akan menyerap sekitar 47 tenaga kerja lokal, sehingga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.
Dengan dimulainya pembangunan ini, DSN Ponpes Roudhotus Sibyan Al-Amin diharapkan dapat menjadi model dapur gizi berbasis pesantren yang berkontribusi dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Taktakan.

















