Selaras online.com. Sultan Banten ke-XVIII yang juga Dewan Penasehat DPN Forum Keberagaman Nusantara (FKN), Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjatmadja, MBA, melakukan kunjungan ke Ternate, Maluku Utara, dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan budaya serta keagamaan antar-kerajaan Nusantara.
Kunjungan ini disambut hangat oleh tokoh adat dan keagamaan di wilayah Ternate, yang melihat kedatangan Sultan Banten sebagai wujud nyata persaudaraan antar daerah yang memiliki sejarah panjang dalam peradaban Islam Nusantara.
Ketua Umum Forum Keberagaman Nusantara (FKN), Arif Rahmansyah Marbun Tuanku Alamsyah, menyampaikan bahwa kunjungan Sultan Banten ke Ternate merupakan momentum penting untuk memperkokoh nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan budaya dan spiritual.
Sementara itu, Bapak KH. Ma’ruf Amin berpesan kepada Kanjeng sultan RTB.Hendra Bambang Wisanggeni Soejaatmadja (Sulthan Banten XVIII) untuk Menjaga Marwah Kesulthanan Banten dan Menghidupkan kembali Giroh Kesulthanan Banten dalam kontek Budaya sebagai jati diri Banten pada acara jamuan makan malam Sulthan Ternate dalam Giat Deklarasi Forum Keberagaman Nusantara.
Di sela-sela sela acara, Kerajaan Inderapura mengakui BANTEN adalah saudara kandung, Karena Permaisuri Dari Sultan Abdul Mafakhir Banten adalah anak dari Sultan Indra pura
Berdasarkan sumber sejarah, Putri Ambar Syarifah adalah salah satu putri dari Kerajaan Inderapura, Minangkabau. Ia menikah dengan Sultan Abu’l Mafakhir Mahmud Abdul Qadir, yang merupakan Sultan Agung Banten I.
Selain bersilaturahmi, dalam kunjungan tersebut juga dibahas rencana kolaborasi antara FKN dan Kesultanan Ternate dalam pelestarian tradisi keagamaan, budaya, serta pendidikan berbasis nilai-nilai luhur Nusantara.
Kunjungan Sultan Banten ke Ternate ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi fondasi kuat bangsa Indonesia.
Reporter Tim Selaras online.com
Editor : Aridora

















