Sentul, 9 Desember 2025 — Laskar NKRI menegaskan komitmennya untuk menjaga kemurnian sejarah bangsa dan mengembalikan semangat konstitusi asli UUD 1945 melalui Apel Siaga yang digelar di KM 0 Sentul, Hambalang. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi nasional organisasi dalam merespons berbagai isu kebangsaan yang dinilai mengancam jati diri Indonesia.
Ketua Umum Laskar NKRI, Sigit, menyampaikan bahwa deklarasi ini bukanlah acara seremonial semata, melainkan langkah tegas untuk memastikan sejarah perjuangan bangsa tidak dipelintir ataupun dimanipulasi.
> “Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa kita tidak boleh membiarkan sejarah bangsa dipelintir. Laskar NKRI berdiri untuk memastikan nilai perjuangan bangsa tetap murni, tidak dikaburkan, dan tetap menjadi pijakan dalam membangun masa depan Indonesia,” ujar Sigit.
Ia menambahkan bahwa Laskar NKRI akan terus mengawal gerakan penjagaan identitas nasional secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.
9 Pernyataan Sikap Nasional Laskar NKRI
Dalam apel siaga tersebut, DPP Laskar NKRI membacakan 9 Pernyataan Sikap Nasional, yakni:
1. Mengawal martabat Indonesia di dunia internasional.
2. Mendukung langkah Presiden memperkuat posisi Indonesia sebagai middle power.
3. Mengawal program strategis nasional demi kesejahteraan rakyat.
4. Menyelamatkan sejarah bangsa dari distorsi dan manipulasi.
5. Menuntut tindakan tegas terhadap pihak yang merusak memori perjuangan bangsa.
6. Mendesak pembentukan lembaga khusus sejarah perjuangan bangsa.
7. Mengevaluasi arah reformasi yang dinilai gagal menjaga jati diri bangsa.
8. Mendorong rekonstruksi UUD 1945 sesuai semangat asli para pendiri bangsa.
9. Mengawal pemberantasan korupsi dan menjaga persatuan nasional.
Pembentukan Tim Pengawal 9 Pernyataan Sikap
Sebagai bentuk komitmen konkret, Laskar NKRI resmi membentuk Tim Pengawal 9 Pernyataan Sikap, yang memiliki tugas:
Mengawal implementasi nilai-nilai kebangsaan,
Menjaga sejarah dari berbagai bentuk distorsi,
Mengawasi agenda pemberantasan korupsi,
Menjaga stabilitas dan persatuan nasional.
Tim ini langsung dideklarasikan di lokasi kegiatan sebagai simbol kesiapan kerja nyata di seluruh lini organisasi.
Penutup: Seruan Kembalikan Marwah Bangsa
Apel siaga di KM 0 Sentul menegaskan bahwa menjaga sejarah, identitas nasional, serta semangat UUD 1945 adalah tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.
Kegiatan ditutup dengan pekik lantang seluruh peserta:
“Laskar NKRI! Jaga Sejarah — Kembalikan Semangat Bangsa!”
(Ind)

















