CIANJUR –selarasonline com
Nasib malang menimpa Ilham, seorang tukang ojek pangkalan yang kini harus mendekam di sel tahanan Polres Cianjur. Niat hati mencari nafkah demi keluarga, Ilham justru dituduh terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor di kawasan Pasir Hayam, Cianjur.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Tarikan Penumpang
Kejadian bermula saat Ilham sedang mangkal menunggu penumpang seperti biasanya. Tak lama, seorang pria menghampirinya dan meminta diantarkan ke daerah Pasir Hayam. Tanpa rasa curiga, Ilham mengantarkan pria tersebut ke lokasi tujuan.
Namun, setibanya di lokasi, penumpang tersebut justru melakukan aksi pencurian satu unit sepeda motor. Aksi pelaku dipergoki oleh warga setempat yang berujung pada pengejaran. Naas bagi Ilham, warga yang emosi tidak hanya menangkap pelaku utama, tetapi juga menyasar dirinya.
Ilham sempat mendapatkan perlakuan main hakim sendiri dari massa sebelum akhirnya diamankan oleh ketua RT setempat dan dibawa ke Mapolres Cianjur untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kejanggalan Prosedur Hukum dan Barang Bukti
Kasus ini menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga Ilham. Pasalnya, proses perdamaian secara kekeluargaan antara keluarga Ilham dan pihak korban sudah tercapai. Kedua belah pihak telah sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum.
Namun, pihak penyidik Polres Cianjur tetap bersikeras menahan Ilham. Hal ini memicu pertanyaan mengenai dasar penahanan tersebut, mengingat status Ilham yang diduga hanya sebagai tukang ojek yang tidak tahu-menahu rencana jahat penumpangnya.
Selain penahanan Ilham, kejanggalan lain muncul terkait Barang Bukti (BB). Berdasarkan prosedur hukum, barang bukti hasil kejahatan seharusnya diamankan oleh pihak kepolisian untuk keperluan persidangan. Namun, dalam kasus ini, motor hasil curian tersebut diketahui sudah berada di tangan korban.
”Anehnya, motor tersebut sudah dikembalikan ke korban dengan dalih ‘pinjam pakai’. Jika perkara ini tetap dipaksakan lanjut ke pengadilan oleh penyidik, seharusnya barang bukti tetap ditahan di Polres.
Mengapa Ilham tetap ditahan sementara barang bukti sudah keluar?” ujar salah satu kerabat yang merasa keberatan dengan penanganan kasus ini.
Pertanyaan Besar untuk Polres Cianjur
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih mempertanyakan transparansi penyidik dalam menangani kasus ini. Jika perdamaian sudah terjadi dan peran Ilham hanya sebagai pengantar (tukang ojek), mengapa proses penahanan tetap dilakukan secara kaku?
Publik kini menyoroti bagaimana profesionalisme Polres Cianjur dalam membedakan antara pelaku kriminal murni dengan warga sipil yang terjebak dalam situasi yang salah.harusnya bisa membedakan mana pelaku dan mana tukang ojeg
Saya sebagai keluarga merasa ada keganjilan dalam proses penegakan hukum oleh oknum aparat penegak hukum polres cianjur .
Red ki jalak

















